Feeds:
Tulisan
Komentar

dewi

Dewi,
sepenggal namamu
kupanggil,
pengobat rinduku

Dalam malam yang begitu kelam
selalu hadir wajahmu
Dalam pagi yang sunyi
terbesit s’lalu suaramu
Dalam sejuk angin yang berhembus
Terkenang indahnya tawamu
Lanjut Baca »

pagiku hilang

Binar setiap rona matamu
pagiku hilang entah kemana
dalam renyai sinar jiwamu
KAU ABADI DALAM SEMPURNANYA ASA,

Lanjut Baca »

sesal perihku merajai

Seusai malam ini
mungkin perihku merajai
hanya kosong
aku jengah pada keadaanku
benci pada mati
resah dengan mimpi
Lanjut Baca »

hawa

Hawa,
terhiasi surgaku karenamu
bentukmu menyeretku
keindahan yang terlukiskan
dalam kanvas ketidakwarasan
Tak ada yang bisa kumengerti
sifatku yang menjadikan terdesak
keinginan semakin tak berarti
terdiam, dan terus terdiam
mati, hingga mati kembali
Lanjut Baca »

pudarkah ia?

entahlah
sejak pertama kulihat ia
ku berharap tak ada akhir
bila bisa kulawan takdir
tak berkedipku laksana sihir
Lanjut Baca »