Seusai malam ini
mungkin perihku merajai
hanya kosong
aku jengah pada keadaanku
benci pada mati
resah dengan mimpi
Arsip untuk Januari, 2008
sesal perihku merajai
Diposkan dalam ani, cinta, dewi, puisi pada Januari 29, 2008 | Leave a Comment »
Hawa,
terhiasi surgaku karenamu
bentukmu menyeretku
keindahan yang terlukiskan
dalam kanvas ketidakwarasan
Tak ada yang bisa kumengerti
sifatku yang menjadikan terdesak
keinginan semakin tak berarti
terdiam, dan terus terdiam
mati, hingga mati kembali
pudarkah ia?
Diposkan dalam ani, cinta, dewi, puisi pada Januari 15, 2008 | Leave a Comment »
entahlah
sejak pertama kulihat ia
ku berharap tak ada akhir
bila bisa kulawan takdir
tak berkedipku laksana sihir
