Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Januari, 2008

sesal perihku merajai

Seusai malam ini
mungkin perihku merajai
hanya kosong
aku jengah pada keadaanku
benci pada mati
resah dengan mimpi

Untuk mentranslate bahasa

hawa

Hawa,
terhiasi surgaku karenamu
bentukmu menyeretku
keindahan yang terlukiskan
dalam kanvas ketidakwarasan
Tak ada yang bisa kumengerti
sifatku yang menjadikan terdesak
keinginan semakin tak berarti
terdiam, dan terus terdiam
mati, hingga mati kembali

Untuk mentranslate bahasa

pudarkah ia?

entahlah
sejak pertama kulihat ia
ku berharap tak ada akhir
bila bisa kulawan takdir
tak berkedipku laksana sihir

Untuk mentranslate bahasa