Binar setiap rona matamu
pagiku hilang entah kemana
dalam renyai sinar jiwamu
KAU ABADI DALAM SEMPURNANYA ASA,
saat palung terdalam kuselami
mawarmu kutemukan sendiri
lepas, penuh arti
Saat kutanya, adakah namaku?
hanya perih membubuhi malamku
cuma asa kosong tanpa makna.
Aku tak mencerca geram
dengan sadar kuberpaling
ketika habis sudah kupahami
bahwa salah ku begitu besar
tubuhku rapuh tanpa tersentuh
Dalam kanvasku,
kulukis indah permataku
ada tangis mengkristal
ada jiwa yang mati karena harap
ada kamu yang mungkin tak kan mencintaiku
Aku ingat!
saat kutekuk lensa matamu
ada aku tertawa karena gila
GILA KARENA MERINDUKANMU
11.18.09.19.14.01
